Kopdar Batik Globber 5 October 2009
Posted by ladyelen in Bloggershow.10 comments
Merayakan diakuinya batik sebagai produk asli Indonesia, di kota Malang pada hari Jumat 2 Oktober 2009 hampir semua instansi memberlakukan memakai baju batik, tak terkecuali mulai siswa SD hingga mahasiswa. Di depan kantor walikota Malang juga tergelar acara Batik and #indonesiaunite yang semuanya memakai batik. Tak mau kalah, komunitas blogger malang juga mengadakan kopdar batik yang diadakan di wilayah kampus ITN, tepatnya Warung Bakar&Bakar di hari yang sama. Sayangnya baju batik saya ketinggalan di Solo ![]()
Akhirnya kesampaian juga angan tuk ngumpul lagi dengan nawak-nawak Globber setelah 10 bulan belum menjenguk kota Malang tercinta ![]()
So, do I Still a Blogger?
Do I Still a Blogger? 28 September 2009
Posted by ladyelen in Lady.24 comments
Beberapa tulisan saya sering saya temui di blog orang lain, walaupun ada yang jujur mencantumkan blog saya sebagai sumber tulisan, ada juga yang sama sekali tidak mencantumkan dari mana tulisan itu dicomot, bahkan dipakai sebagai iklan produk susu tanpa pemberitahuan pada saya. Awalnya geram mengetahui ketidakjujuran mereka, namun akhirnya saya sadar bahwa blog hanyalah media dalam memberikan sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain. Masalah diakui orang lain atau tidak itu bukan urusan saya lagi, kewajiban saya hanyalah memberi dan tidak berharap menerima pujian/balasan dari orang lain. Kalaupun ada yang sempat memberikan komentar dalan kolom komentar itu sudah merupakan kebahagiaan, ternyata ada yang respon terhadap remah-remah coretan saya yang kalau dibandingkan blogger yang lebih dulu/senior dari saya, tulisan saya tidak ada apa-apanya.
Bagaimana dengan sekarang?
Sebagai blogger abal-abal, disebut abal-abal karena tidak 100% sebagai blogger, hanya profesi maya yang mendampingi profesi nyata (bekerja) saat itu. Seiring berjalannya waktu, perjalanan saya menulis di blog selama 5 tahun ini tampaknya sudah mulai meredup. Tentu saja bukan tanpa sebab. Saya merasa perlahan-lahan tema tulisan tidak lagi greget seperti dulu. Sekarang lebih banyak ke topik Intermezzo atau cerita (Lady). Mengenaskan ya?
Yup, setidaknya saya masih eksis di dunia maya, masih memiliki blog (meski frekuensi tulisan tidak banyak seperti dulu), dan masih aktif di milis. Kalau dulu mungkin sering kontak dengan sesama blogger saja, karena tidak semua orang di dunia maya suka menulis. Kini teman saya semakin bertambah dengan media jejaring sosial, bertemunya kembali dengan teman-teman jaman sekolah dulu, saudara yang sempat berjauhan tempat tinggal, semakin dekat rasanya. Kalau dulu mengandalkan koneksi internet di tempat kerja, sekarang bisa online di/dari mana saja, apalagi di rumah. Siapa tahu kondisi ini akan membangkitkan semangat untuk menulis lagi yang lebih berbobot? atau mendapatkan lebih banyak dollar dan rupiah via blog? Insya4wl.. amin.
So, do I Still a Blogger?
Betiga 11 September 2009
Posted by ladyelen in Bloggershow.12 comments
Bukan tanpa makna bila istilah menggunakan istilah Buka Bersama Bengawan (BETIGA). Membuka pintu silaturahim bengawan dan bengawati. Membuka jatidiri tentang siapa, bagaimana dan motivasi apa di ranah blog. Membuka hati untuk menerima keragaman profesi, motivasi dan sara (suku agama ras). Serta membuka ide-ide yang belum tertuang demi mweujudkan asa bengawan di masa mendatang. Bengawan benar-benar hangat…
Setelah sholat maghrib berjamaah tibalah pada puncak acara yakni berbuka puasa menikmati tengkleng khas Solo.Iini menu yang baru saya kenal setelah menetap di Solo. Mirip dengan gule, sama-sama dari kambing namun cirikhasnya adalah lebih banyak tulang belulang seperti bagian kepala, kaki, tetelan dsb. Saya yang baru sekarang meracik di piring sendiri malah mendapatkan bagian mata… duh. Namun tak kalah sedap adalah otak kambing. Atas rekomendasi teman saya kutan mengambil otak dalam tengleng yang dibungkus dengan daun pisang. Terus terang baru sekarang saya makan otak. Makyuss..
Semoga setelah ini akan lebih greget lagi acara dan agenda dari komunitas sebagai wujud eksistensi blogger Bengawan Solo.














