My Article is Worn Advertisement Without Permission 20 July 2009
Posted by ladyelen in Complaint.trackback
Ya sudahlah, kalau memang tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain sebagai ilmu silakan saja diambil, berbagi ilmu tidak ada ruginya. Namun alangkah bijaknya bila sedikit menghargai keringat saya dalam membuat artikel itu, minimal mencantumkan dari mana dia mencomot isi artikelnya.
Bagaimana bila ternyata tulisan saya dipakai untuk kepentingan bisnis? Ini yang lumayan membuat saya kecewa terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan susu kedelai yakni www.neos-international.com yang mengutip artikel saya tentang susu kedelai sebagai iklan produknya.
Saya tidak pernah menerima permintaan ijin untuk menjadikan tulisan saya sebagai iklan. Meskipun mencantumkan link blog saya, tapi kalo untuk komersial tetap harus minta ijin dong. Melihat isi iklan itu seakan-akan saya mengkonsumsi produknya, karena artikel saya ditambahkan gambar produk seperti di bawah ini.
Sumber gambar ada di indeks artikel di sini.
Ini baru satu yang saya temukan, semoga di lain kesempatan tidak akan terjadi lagi.










Hajaar.. Bakaar..!™
Hajaar.. Bakaar..!™
wah minta royalti len…….:D
wah minta royalti len…….:D
laporno ae len…laporno ebes….kakakakak…..
laporno ae len…laporno ebes….kakakakak…..
berarti kon saiki wis tenar len……… imbang ma mbah surip…. xixixixi
berarti kon saiki wis tenar len……… imbang ma mbah surip…. xixixixi
@kai: wow!
@desi: enake minta brp?
@rusli: laporno nang ndi rus?
@wahyu: i lof yu ful
@kai: wow!
@desi: enake minta brp?
@rusli: laporno nang ndi rus?
@wahyu: i lof yu ful
salah satu resiko menulis pada media elektronik (email, blog, web) adalah tidak ada aturan yg jelas soal hak cipta. karena bentuknya yg memang mudah diakses publik. ini sudah lagu lama…kekanak-kanakan sekali jika terlau meributkan hal yang sudah wajar. kecuali anda sejak awal sudah berniat menjadikan artikel anda untuk komersil. misal kirimkan artikel pada media yg berkompeten (koran, majalah) jadinya anda sudah ongkang2 kaki dan tidak kebakaran jenggot saat ada orang lain mencomot tulisan anda toh anda terlebih dahulu sudah dibayar hasil keringat anda.
mengharapkan semua orang mengerti kode etik dunia maya sama seperti halnya mengharapkan anak umur 5 tahun bisa mengerjakan logaritma. artinya ya mustahil.
terima saja resikonya, anggap anda numpang terkenal. beres perkara
salah satu resiko menulis pada media elektronik (email, blog, web) adalah tidak ada aturan yg jelas soal hak cipta. karena bentuknya yg memang mudah diakses publik. ini sudah lagu lama…kekanak-kanakan sekali jika terlau meributkan hal yang sudah wajar. kecuali anda sejak awal sudah berniat menjadikan artikel anda untuk komersil. misal kirimkan artikel pada media yg berkompeten (koran, majalah) jadinya anda sudah ongkang2 kaki dan tidak kebakaran jenggot saat ada orang lain mencomot tulisan anda toh anda terlebih dahulu sudah dibayar hasil keringat anda.
mengharapkan semua orang mengerti kode etik dunia maya sama seperti halnya mengharapkan anak umur 5 tahun bisa mengerjakan logaritma. artinya ya mustahil.
terima saja resikonya, anggap anda numpang terkenal. beres perkara
saya rasa nggak apa-apa dipake orang toh sudah mencantumkan link sumbernya. kalau terlalu pelit malah menyengsarakan diri sendiri.
saya rasa nggak apa-apa dipake orang toh sudah mencantumkan link sumbernya. kalau terlalu pelit malah menyengsarakan diri sendiri.
@anonymous & salman:
pedas juga..
terimakasih kritikannya
@anonymous & salman:
pedas juga..
terimakasih kritikannya
hehe.. kan jadi tenar
hehe.. kan jadi tenar
ya gitu deh mbak.. minimal jadi terkenal aja..
ya gitu deh mbak.. minimal jadi terkenal aja..
Tuntut aja lewat jalur hukum b-(
Tuntut aja lewat jalur hukum b-(
gimana ya… ditanya aja mbak, diingetin untuk nyebutin sumbernya. Orang nulis khan yo pake tenaga dan pikiran mestinya dihargai. Minimal disebutin gethu
gimana ya… ditanya aja mbak, diingetin untuk nyebutin sumbernya. Orang nulis khan yo pake tenaga dan pikiran mestinya dihargai. Minimal disebutin gethu