Sehat ato Sakit?

Posted on 5 September 2006

0


Sehat itu Mahal, demikian salah satu bunyi pepatah yang sering kita dengar. Apalah artinya kecantikan dan ketampanan serta kejayaan dunia bila kita didera sakit? Yang namanya manusia kalo sehat lupa bersyukur, tetapi kalau sakit baru terasa bahwa sehat itu mahal.

Bagaimana dengan istilah sakit itu mahal? Ya mahal biaya, mahal tenaga, mahal waktu dan mahal segala-galanya. Untuk suatu kesembuhan, seseorang harus rela mengeluarkan hartanya, untuk ke dokter, nebus obat, belum lagi kalo harus nginep di rumah sakit. Kalo diitung2 jadi mahal. Bener ga sih?

Sebenernya yang mahal adalah bila kita sudah sakit. Sedangkan sehat itu sendiri lebih mudah dicapai apabila kita menjaga pola hidup sehat, pola makan, dll. Singkatnya, mencegah lebih murah daripada mengobati. Bagi yang pernah merasakan sakit terutama sakit berat, tentu menyadari betapa sakit itu sangat tidak enak, tidak nyaman, gelisah terus, lemes dan berbagai perasaan lainnya.

Mengapa kita sakit? Jawabannya macam2, mungkin hanya diri kita yang tau. Bisa karena daya tahan tubuh sedang menurun sehingga mudah terserang kuman/bakteri/virus, kelelahan (karena bekerja berat), pola hidup tidak sehat yang mengakibatkan tubuh menderita, dan bisa juga faktor psikis (misalnya banyak pikiran ato masalah yang belum teratasi). Ada juga faktor bawaan, yang ini biasanya penyakit turunan dari keluarga. Ironisnya, banyak orang menyadari arti sehat di saat sudah terserang sakit/penyakit. (Seperti saya ini, pola makan kurang bagus jadinya kena tipes dan penyakit lainnya, juga karena sedikit faktor psikis sih :p )

Tips di bawah ini tidak ada salahnya dicoba, supaya kita bisa tetap sehat dan kuat :

Rutin olahraga, cukup sekitar 1 jam selama 2-3 x seminggu. Olahraga yang paling bagus adalah aerobik, misalnya: senam, fitnes, berenang, jalan kaki, jogging, atau bersepeda. Selain murah, juga sangat membantu menjaga kesehatan jantung.

Pola makan teratur, dan memperhatikan pola 4 sehat 5 sempurna, kurangi juga makan makanan yang mengandung pengawet atau penyedap rasa.
Stop merokok, kalau bahaya serangan jantung nggak menciutkan nyali para perokok, kemungkinan terkena impotensi dan ejakulasi dini bisa membuat para perokok berpikir seribu kali. (hehehehe… emang enak punya istri terpaksa ‘dianggurin’?)

Jauhi perokok, karena jadi perokok pasif yang menghirup asap rokok itu resikonya justru lebih tinggi dibanding perokoknya sendiri.

Berat badan ideal, orang yang over weight punya resiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit daripada orang yang under weight, meski bukan berarti jadi orang under weight itu lebih sehat. (hiks.. seperti saya)

Minum suplemen bila perlu, karena sedikit banyak bisa membantu menutup kekurangan vitamin dan mineral yang kita dapatkan dari makanan sehari-hari.

General check-up, minimal setahun sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan kita, dan mengantisipasi lebih dini kemungkinan adanya kelainan di organ tubuh yang bisa menyebabkan penyakit di kemudian hari.
Posted in: Health