Fenomena Jenggot

Posted on 25 January 2007

6


Anda berjenggot? Tulisan ini bukan bermaksud sara loh🙂 saya cuma pengen berbagi aja abis baca artikel tentang jenggot vs skill, cukup segar tuk ngilangin ‘stress’ :p
Kaum pria memang dari sononya mempunyai kecenderungan untuk ditumbuhi jenggot. Lha iyya lahh… kalo sampe ada perempuan berjenggot… aihh… tatuutt.. hehe.

Jenggot merupakan perhiasan bagi seorang lelaki. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah disebutkan mencukur habis jenggotnya, bahkan jenggot beliau menutupi dada beliau.

BTW, waktu jaman sekolah dulu, orang berjenggot banyak saya temui pada komunitas aktifis kerohanian (islam), dengan hiasan hitam pada dahi. Lain dulu lain sekarang. Sepertinya jenggot sudah menjadi trend masa kini. Artis, pelajar, mahasiswa, maupun orang biasa. Mereka seakan berlomba2 mendesain bentuk jenggotnya, jenggot ala Indra Birowo (Extravaganza) ato ala Ahmad Dhani (Dewa). Ada juga model jenggot awut2an, kalo yang ini karena mungkin memang malas merapikan…

Konon, tumbuhnya jenggot dipengaruhi beberapa faktor, bisa karena memang bakat ‘mudah’ tumbuh maupun keturunan (kl yg ini mah saya tau dari kakak dan adek sayah😀 ). Ada juga orang yang jenggotnya ga tumbuh2 meski pake ramuan macem2. Padahal kan mungkin lebih ringan tugasnya, ga perlu repot2 ndandani jenggot hehehe…

Nah kalo orang yang mempunyai bakat berjenggot lebat mungkin agak merepotkan ya, saya liat dari kakak dan adek saya yang tiap hari harus membersihin jenggotnya, katanya karena peraturan di tempat kerja diharuskan rapi. Menurut saya sih.. ga masalah kalo harus berjenggot, asalkan terawat rapi. Ya ndak?? Hehehe…

So, apapun style jenggot anda, kaum hawa ternyata banyak yang menjadi pengagum jenggot loh. Salah satu contohnya Cynthia Lamusu mengaku tertarik Surya saputra karena jenggotnya… (halah kebanyakan nonton infotainment seh😀 )

A bout jenggot, ternyata ada dalilnya nih…

Jenggot merupakan perhiasan bagi seorang lelaki. Banyak sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk membiarkan jenggot, dan tidak pernah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencukur habis jenggotnya, bahkan jenggot beliau menutupi dada beliau.

Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

احْفُوا الشَّوَارِبَ وَأعْفُوا اللِّحَى “Potonglah kumis kalian dan biarkan jenggot kalian.”

وَفِّرُوا اللِّحَى “Biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak.”

أَكْرِمُوا اللِّحَى “Muliakanlah jenggot kalian.”

ارْخُوا اللِّحَى “Panjangkan jenggot kalian.”

قَصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى “Potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian.”

Bila engkau lihat seorang yang memelihara jenggotnya pendusta, atau berkhianat, atau mencuri, maka yang salah bukanlah jenggotnya namun orangnya. Adapun jenggot termasuk sifat yang fithrah dan termasuk Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau perintahkan dan beliau wajibkan. Saya maksudkan keterangan ini agar tidak menjadi alasan bagimu untuk mencukur jenggot bila engkau melihat di antara orang yang memelihara jenggot ada yang tidak istiqamah atau tidak amanah.
(Diterjemahkan dari Ijabatus Sail, hal. 221-222)

Posted in: Intermezzo