Malang Tempo Doeloe 2007

Posted on 7 May 2007

16


Toean-toean dan njonja-njonja jang dimoeliaken,

Oentoek taoen inie, koembalie gemeente Malang stad mengadaken soeatoe festival jang soeda ditoenggoe-toenggoe ole semoea ra’jat Malang stad. Semoea jang baoe tempo doeloe ada disinie… en tida bole ada elestrik!! Diadaken di Idjen Boulevaard jang bersedjarah. Diharoesken pake badjoe djaman oorlog darie djaman kumpeni sampei djaman kemerdehekaan kieta.. Ra’jat Malang Raja semoea, marie kieta semoea ramaiken ini atjara…gratis voor oemoem…

Voorzichtig!!!
Pake badjoe tjelana tempo doeloe, itoe diwadjibken..

Menurut catatan pemkot malang, pada tahun pertama gelaran Malang Tempo Doeloe tahun 2006 lalu juga menyedot banyak wisatawan baik lokal maupun asing, karena melalui agenda tersebut, wisatawan mengetahui secara detail sejarah Kota Malang antar generasi. Tahun 2006 lalu pula panitia hanya menyediakan sekitar 100 stand, namun tahun 2007 menjadi 200 stand bahkan panggung hiburan rakyat juga ditambah. Tidak hanya panggung hiburan, tetapi juga lomba-lomba mulai tingkat anak-anak hingga dewasa juga diperbanyak, namun semuanya harus bertema jaman tempo dulu termasuk pameran benda-benda pusaka yang bernilai sejarah.

Daftar Acara Malang Kembali 2007 :

1. Panggung Sejarah
2. Pasar Rakyat
3. Hiburan : Ludruk, Ketoprak, Wayang Kulit, Wayang Topeng, Wayang Beber, Keroncong dan Gambus.
4. Pasar Industri Rakyat
5. Sayembara : Pakaian Tempo dulu, Tari Anak-anak, Mainan Tradisionil, Mewarnai Gambar.
6. Kendaran Tempo Dulu: Sepeda Ontel, Oto, Motor Tua, Cikar, Dokar, Numpak Jaran.
7. Layar Tancap / Film.
8. Tari-Tarian
9. Klinik Untuk Umum
10. dan lain-Lain

Festival ini berlangsung di Jalan Ijen yang bersejarah. Disini bisa menyaksikan dan menikmati nuansa Malang Tempo Doeloe, berikut dengan lampu obor (listrik tidak boleh dihidupkan).

Sebenarnya pengen mengunjungi acara saat hari terang, namun karena berkendala akhirnya bisa ke sana saat hari gelap, malam minggu lagi, ruamme minta ampyun, maklum malam hari terakhir sih. Bersama seorang teman (Betty), saya berangkat bada isya. Sampai2 ga bisa jalan saking sesaknya. Malah lebih enak ga bawa kendaraan pribadi saat masuk, parkir di luar aja, kalo ga gitu dijamin ga bisa keluar areal.

Seperti yang dihimbau oleh panitia supaya datang dengan atribut jadul, kebaya ato baju2 kakek nenek saat masih muda dulu, ternyata banyak juga yang seperti itu. Namun saya mana sempat berdandan ala noni2, bisa datang ke tempat acara aja dah seneng.

Sekedar oleh2, saya sempat ambil beberapa poto di tengah hiruk pikuk acara malang kembali tempo doeloe tahoen 1914-1947.


Tugu dan balaikota Malang saat hangus oleh gempuran tentara Belanda 1947

Alun2, terlihat hotel GRAND yang sekarang menjadi bangunan MITRA 1 SWALAYAN


Suasana pasar besar jaman dulu, sampai sekarang masih ada lho..

Awas ketabrak dokar😀

Latar Pecinan, tapi… sebelah kiri Betty sepertinya kok ada penampakan, seremm..


Masjid Jami’ Malang sebelah barat alun2 tahun 1914, yang sekarang bangunannya udah megah

Mau ikutan sholat poto dulu😀


Pulangnya mampir stand bakso. Harga melambung 3x lipat dari harga bakso normal. Saking lapernya, Betty ga merasa kalo diculik gambarnya😀

Posted in: Lady