Tempe

Posted on 12 January 2008

17


Dasar mental tempe! Pernah dengar umpatan seperti itu kan? Memangnya kenapa dengan mental tempe? Sedangkan tempe kan bergizi, murah, anti kanker, dan seabreg manfaaat tempe lainnya. Berarti kalo mental tempe artinya cerdas, banyak memberikan kebaikan pada orang lain. Bahkan di jaman semahal kini, tempe masih menjadi idola semua orang, baik orang kaya maupun non kaya. Lauk tanpa tempe rasanya kurang afdol

Apa jadinya bila makanan khas indonesah ini sudah tidak terjangkau oleh kaum jelata? Bahkan langka dari peredaran karena sudah tidak diproduksi lagi? Bisa2 rakyat akan mengalami gizi buruk. Lha iyalah, gizi protein daging, ikan dan susu tidak semua kalangan bisa menikmati, kini ditambah tempe dan tahu yang yang merupakan makanan rakyat ikutan mahal

Biasanya lady membeli tempe mentah potongan seharga Rp1000, sekarang menjadi Rp2000. Bahkan lebih mahal lagi di kota besar seperti jakarta, harga satu potong tempe yang biasa dijual Rp 3.000 kini dijual dengan antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per potong. Kok semahal itu??

Ya, karena harga kedelai yang semakin melonjak. Harga kedelai kini mencapai Rp 7.500 per kilogram atau naik lebih dari 100 persen. Pedagang terpaksa menaikkan harga jual tempe dan tahu. Namun, akibatnya pedagang mengalami penurunan omzet antara Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Bila pemerintah ga segera mengatasi makanan rakyat ini, bisa2 menambah jumlah pengangguran karena para pedagang terancam akan gulung tikar. Berita di tipi kemaren di jakarta akan langka tempe karena produsen tempe bakal tidak beroperasi lagi. Bahkan jika ada yang nekad berproduksi, tempe2nya akan dihancurkan dan didenda Rp 1 juta. Ancaman ini diberlakukan oleh asosiasi produsen tempe yang kabarnya akan menghadap presiden.

Di kota malang yang terkenal dengan kota tempe (di daerah sanan-blimbing), juga mengalami kenaikan harga kedelai ini. Sebelum ada kenaikan, harga kedelai lokal rata-rata mencapai Rp6.000 hingga Rp6.500 per Kg dan kedelai impor khususnya dari AS seharga Rp320 ribu per kuintal, tetapi setelah ada kenaikan, untuk harga kedelai lokal menjadi Rp7.000 per Kg dan kedelai impor menjadi Rp740 ribu per kuintal.

Selama ini asupan kedelai lebih mengandalkan kedelai impor. Kok bisa? Emangnya tanah di indonesah ini ga bisa panen kedelai? Kembali lagi ke masalah pajak tinggi dan penjualan kedelai dari petani ke penampungan yang amat murah. Jadi mending kedelai impor aja yang selisih harganya sedikit tapi mutu lebih bagus..

waduh waduh… kalo harga tempe aja mahal, gimana dengan olahan tempe? Bisa2 jajanan kesukaan sayah macam mendoan, keripik tempe dan mendol juga naik

update: 16jan08
Kabarnya pemerintah (presiden SBY) menurunkan bea masuk kedelai import yang sebelumnya 10% menjadi 0%.Dengan penurunan ini semoga harga tempe kembali terjangkau

Posted in: Intermezzo