First Time

Posted on 17 October 2008

18


Yup. Inilah pertama kali posting setelah hiatus dalam rangka mudik lebaran hampir 1 bulan lamanya. Perjalanan saya mudik pastinya tidak berbeda seperti kisah mudik yang dialami para perantau lainnya. Namun bagi saya pengalaman ‘First Time’ memberikan citarasa tersendiri. Apa sajakah itu?

  • Pertama kali puasa romadhon di Solo
    Bertahun2 melakukan puasa bersama orangtua, sensasi berbeda bila dilakukan tanpa orangtua. Semuanya dilakukan sendiri tanpa orangtua, terutama dalam sahur dan berbuka, melakukan ibadah yang lain juga terasa berbeda, kali ini hanya berdua bersama suami. Semuanya harus dijalani dengan gembira

  • Pertama kali lebaran di desa
    Berbeda dengan tahun sebelumnya yang merayakan bersama orangtua di Malang, suasana cenderung sepi karena lokasi rumah di area kampus yang identik dengan kost2an. Hari2 yang biasanya ramai oleh para mahasiswa menjadi sepi ditinggal mudik. Sedangkan tahun ini saya merayakan idul fitri bersama mertua di Pakistan.. eh Pacitan, tetangga Pak SBY

    Menyaksikan lebaran di desa kebalikan dengan kota. Di desa menjadi ramai berduyun2 orang berdatangan dari kota. Selain itu, tipikal desa tak luput mewarnai suasana lebaran. Segar, bebas polusi, hijaunya hamparan sawah dan perbukitan membuat saya betah dan takjub karena di malang susah mendapati pemandangan itu, yang ada hanyalah ijo ruko2, bukan ijo royo2


    Desa Cangring, Pacitan

  • Pertama kali naik kereta
    Kalo yang ini dialami suami saya. Dari dulu pengen merasakan naik kereta. Mumpung ada kesempatan, lebaran ke malang dengan menggunakan kereta. Tak tanggung2, sengaja dipilih kereta ekonomi! Tau sendiri kan gimana bentuk dan suasana kereta ekonomi di saat lebaran? Sebenarnya saya ogah, dah kenyang sengsaranya kereta ekonomi. Tapi demi kalo bersama suami jadi enjoy aja meski kami tidak kebagian tempat duduk, sehingga pihak PT.KA menyediakan gerbong tambahan yang tidak kalah nelangsanya yakni ternyata gerbong yang biasanya untuk barang Beruntung ada bule dari jerman bernama Yonas yang berbaikhati memberikan sebagian matrasnya untuk tempat duduk kami. Penumpang lainnya menggunakan koran sebagai alas. Rejeki bagi tukang koran dan calo kardus yang menjual kardus bekas air mineral seharga 2 ribu/lembar.


    Yonas, turis Jerman


    Gerbong barang alias lesehan

Alhamdulillah, meski lebaran ke desa yang ditempuh selama 5 jam menggunakan armada roda dua melewati perbukitan nan indah, serta lebaran ke kota dengan menggunakan kereta ekonomi selama 7-8 jam yang lesehan berdesakan, namun semuanya berjalan lancar dan selamat, tiada aral yang berarti termasuk terhindar dari hipnotis

Bagaimana kisah mudik anda?

Posted in: Lady