Penukaran Uang Baru

Posted on 7 September 2009

9


Indonesia. Negara yang penuh dengan budaya. Budaya tahunan yang selalu ada adalah budaya mudik, terutama saat hari raya idul fitri yang sebentar lagi kita masuki. Selain itu ada budaya yang tak kalah hebohnya yakni masyarakat kita juga melestarikan budaya menukar uang baru. Seakan masyarakat kita mendadak kaya. Kalau saya lihat penampilan mereka rata-rata dari golongan menengah ke bawah.

Awalnya tidak pernah terbersit dalam angan saya untuk mempunyai uang baru yang mulus saat lebaran. Namun setelah mengetahui BI merilis uang baru nominal 2000, saya jadi penasaran ingin menukar uang di BI seperti orang lain. Sebenarnya kalau menukar uang bisa di bank mana saja, tapi untuk nominal baru tersebut hanya BI yang bisa melayani.

Oleh sebab itu saya nekat berangkat ke BI jam 6. Sesampainya di sana apa yang terjadi? Antrian panjang sekitar 500 meter membuat saya ragu untuk meneruskan niat. Namun setelah melihat begitu cepatnya antrian maju, saya memantapkan hati masuk dalam antrian. Belum lama saya mulai menikmati arus, tiba-tiba ada yang teriak memberitahu bahwa kartu nomer pengambilan sudah habis, waktu itu maksimal mencapai 1200 nomer. Antrian yang panjang tidak lama kemudian membubarkan diri, bahkan sempat membuat lalu lintas kacau balau. Namun ada juga yang masih emoh beranjak dari posisinya, masih saja mengantri dalam naungan sinar matahari dengan harapan pihak BI merubah pengumuman yang mulai terpasang di sepanjang dinding dari seng.

Waah.. Akhirnya saya pulang dengan tangan hampa, dan sepertinya belum ada niat lagi untuk mengikuti budaya tukar uang. Rasanya menyiksa diri kalau rela berpanas-panasan hanya untuk kesenangan sesaat.

Namun bagi yang ingin sukses mendapatkan uang baru, ada cara lain untuk mendapatkan uang baru itu yakni:

1. silakan datang ke TKP jam 12 malam. Itu saran dari orang-orang di sana. Lha wong ada yang datang jam 4 pagi saja tidak kebagian kok…

2. dengan membeli uang di calo, dengan harga 10-20% di atas jumlah yang ditukar, pinter-pinteran nawar saja.

mengantri..

Ya sudahlah, saya tidak mendapat uang baru tidak masalah, toh uang rupiah lama maupun baru tetap bernilai sama, tidak seperti dolar yang harus tetap kuenceng dan kuinclong bila ingin harganya tinggi. Yang terpenting adalah, bagaimana menjaga ibadah puasa kita supaya tidak sia-sia..

Posted in: Lady