Betiga

Posted on 11 September 2009

12


Istilah buka bersama umumnya menggunakan singkatan buber, bukber, bubar, dst yang tidak jauh dari 2 kata tsb. BETIGA terdiri dari 3 suku kata be-ti-ga, sepertinya kurang nyambung dengan kata ‘buka bersama’. Ternyata BETIGA merupakan bentuk lain dari kata B3, 3B, maupun BBB alias Buka Bersama Bengawan. Acara ini bagian dari agenda Bengawan di bulan Romadhon yang tergelar di Taman Budaya Surakarta (TBS) tepatnya di pendopo wisma seni pada hari Jumat, 11 September 2009. Tidak hanya dihadiri bengawan/ti, tapi juga komunitas dari luar Solo yakni Ponorogo dan Yogyakarta.

Bukan tanpa makna bila istilah menggunakan istilah Buka Bersama Bengawan (BETIGA). Membuka pintu silaturahim bengawan dan bengawati. Membuka jatidiri tentang siapa, bagaimana dan motivasi apa di ranah blog. Membuka hati untuk menerima keragaman profesi, motivasi dan sara (suku agama ras). Serta membuka ide-ide yang belum tertuang demi mweujudkan asa bengawan di masa mendatang. Bengawan benar-benar hangat…

Setelah sholat maghrib berjamaah tibalah pada puncak acara yakni berbuka puasa menikmati tengkleng khas Solo.Iini menu yang baru saya kenal setelah menetap di Solo. Mirip dengan gule, sama-sama dari kambing namun cirikhasnya adalah lebih banyak tulang belulang seperti bagian kepala, kaki, tetelan dsb. Saya yang baru sekarang meracik di piring sendiri malah mendapatkan bagian mata… duh. Namun tak kalah sedap adalah otak kambing. Atas rekomendasi teman saya kutan mengambil otak dalam tengleng yang dibungkus dengan daun pisang. Terus terang baru sekarang saya makan otak. Makyuss..

Semoga setelah ini akan lebih greget lagi acara dan agenda dari komunitas sebagai wujud eksistensi blogger Bengawan Solo.

tengkleng

otak kambing


bengawati

Posted in: Bloggershow