Ruthob

Posted on 14 December 2009

7


Hampir setiap orang mengetahui bahkan pernah makan buah kurma. Apalagi saat bulan Romadhon tiba, buah ini menjadi makanan utama saat berbuka.

Umumnya, kurma yang dikonsumsi adalah kurma matang berwarna hitam yang dikeringkan dan rasanya manis. Tahukah seperti apa kurma segar atau Ruthob? Warnanya kuning, yang belum matang agak keras tapi renyah, sedangkan yang sudah matang rasanya manis seperti buah sawo.

Pohon kurma memberikan hasilnya setiap waktu, sebagaimana firman Allah :

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا

“Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Rabbnya.”
(QS. Ibrahim: 24-25)

Buah pohon ini dimakan waktu siang dan malam, baik di musim dingin atau di musim panas. Dinamakan dalam bentuk kurma (tamar) atau busr (adalah kurma yang belum matang menjadi ruthob) atau ruthob (adalah kurma matang yang masih belum meleleh atau mengeras). Demikian juga seorang mukmin amalan mereka naik pada pagi dan sore hari.

Rabi’ bin Anas menyatakan: “Makna firman Nya: كُلَّ حِين adalah setiap pagi dan sore hari, karena buah kurma selalu dapat dimakan di waktu malam dan siang, baik musim dingin atau panas, baik berupa kurma, busr atau ruthob, demikian juga amalan seorang mukmin naik pada pagi dan sore harinya.” (Disampaikan oleh Al Baghowiy dalam tafsirnya 3/33)

Dari Anas ” Sesungguhnya Nabi berbuka puasa dengan Ruthob (Kurma mengkel yang baru dipetik dari pohonnya)sebelum shalat, kalau tidak ada Ruthob, maka dengan beberapa kurma matang, kalau tidak ada maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya jilid 3 halaman 164 dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa aalihi wasallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthob (yakni kurma basah yang masih berair). Kalau tidak ada ruthob, beliau berbuka dengan kurma kering, dan kalau juga tidak punya kurma kering, maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air bening”.

Dari hasil penelitian ditemukan Ruthob (kurma mengkel yang matang di pohon) mengandung:

65 – 70% air berdasarkan berat bersihnya
24 – 58% zat gula
1,2 – 2% protein
2,5% serat
dan sedikit sekali mengandung lemak jenuh (lecithine).

Hasil penelitian kimiawi dan fisiologi Dr.Ahmad AbdulRa’uf Hisyam dan Dr.Ali Ahmad Syahhat diperoleh hasil:

1.Mengkomsumsi Ruthob / Tamar (Kurma Kering seperti yang di Indonesia) setiap kali makan ini pada berbuka makan akan menambah kandungan zat gula pada tubuh kita dengan presentase yang besar. Dengan ini penyakit Anemia (kurang darah) akan hilang.

2.Saat lambung kosong dengan makanan, maka ia akan mudah mencerna makanan kecil yang menagndung gula dengan cepat dan maksimal. Zat gula pada kurma baik itu Ruthob/Tamar dalam bentuk zat kimia sederhanamenyebabkan proses pencernaan pada lambung berlangsung cepat.

3.Kandungan air dalam Ruthob dan Tamar (65 – 70%) akan menambah cairan tubuh, oleh sebab itu orang yang berpuasa tidak memerlukan air dalam jumlah banyak pada saat berbuka.

*spesial oleh2 dari mekkah

Posted in: Culinary, Health, Islam