Interpret The New Year 1431 Hijri

Posted on 17 December 2009

3


Tahun Hijriyah itu dimulai pada waktu Shohabat Umar bin Khothob menjabat sebagai kepala negara. Sebelumnya telah diselenggararakan musyawarah untuk menetapkan penanggalan Islam.

  • Ada yang berpendapat sebaiknya tarikh Islam dimulai ari tahun lahirnya Nabi Muhammad SAW
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosululloh.
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Rosululloh di-IsroMiā€™roj-kan .
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  • Sayyidina Ali krw. Berpendapat, sebaiknya kalender Islam dimulai dari tahun Hijriyahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah
sebagian orang melewatkan waktu dengan ritual yang tidak diajarkan nabi. Ironisnya mereka menganggap itu bagian dari ibadah untuk memperoleh keberkahan hidup. Meminta-minta di kuburan, pohon tua, memuja hewan sampai-sampai..

Musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Umar Bin Khothob sepakat memilih awal yang dijadikan kalender Islam adalah dimulai dari tahun Hijriyah nya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Kemudian kalender Islam tersebut dinamakan Tahun Hijriyah. Jadi adanya ditetapkan tahun Hijriyah itu dimulai dari Sayyina Umar bin Khothob menjabat Kepala Negara setelah 5 tahun. Ttahun Hijriyah mulai diberlakukan bertepatan dengan tahun 640M. Setelah tahun Hijriyah berjalan 5 tahun kemudian Shohabat Umar Bin Khothob wafat.

Sebagai muslim, menghadapi tahun baru hijriyah ini hendaknya mengintrospeksi diri dengan semua yang telah kita perbuat. Mempertahankan semua bentuk amalan yang baik dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat. Dalam ibadah kita hendaknya mengikuti apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW tanpa menambahi maupun mengurangi.

Kenyataannya di momen pergantian tahun hijriyah ini, sebagian orang melewatkan waktu dengan ritual yang tidak diajarkan nabi. Ironisnya mereka menganggap itu bagian dari ibadah untuk memperoleh keberkahan hidup. Meminta-minta di kuburan, pohon tua, memuja hewan sampai-sampai kotorannya dikeramatkan, ruwatan massal maupun pribadi dengan tema 1 suro, dan lain-lain. Naudzubillah minzalik.

Sekarang ini jumlah umat Islam banyak akan tetapi dalamnya keropos seperti halnya buih yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa, tidak disegani bahkan ditakuti. Kebalikan dengan jaman Amirul Mukminin Umar Bin Khothob, waktu itu umat Islam masih sedikit akan tetapi bisa mengusai Negara yang sangat luas seperti: Negara Mesir, Irak atau Mesopotamia, Yaman, Bahrain, Persi atau Iran, Palestina, Syiria, Turki.


Bubur suro yang dimasak warga secara gotong-royong memperingati 1 suro (1 muharom).

Posted in: Islam, Oase