>The Child’s Prayer

Posted on 20 January 2011

5


>

Kisah nyata yang patut dijadikan renungan bagi orang tua, setidaknya bagi calon ibu yang akan menentukan jalan pendidikan bagi sang buah hati, baik pendidikan di dalam dan di luar rumah.. 

Saat itu saya dan beberapa teman sedang santai menikmati sore yang cerah dan obrolan pun mengalir. Salah satu teman saya adalah ibu dari 3 putra. Anak pertamanya laki-laki masih kelas 2 Sekolah Dasar sangat rajin sholat di masjid. Dia bercerita bahwa dia ingin mengetahui doa yang dipanjatkan sang anak sehabis sholat. Kurang lebih seperti beginilah ceritanya.
B: bunda
A: anak
B: ”Sehabis sholat kamu berdoa apa sama Allah”.
Sambil senyum-senyum sang anak menjawab:
A: “Aku minta dikasih seorang wanita yang cantik dan sexi”.
Bunda kaget dan menegur anaknya:
B: “Doanya kok seperti itu? Maksudnya yang sexi seperti apa?”.
A: “Ya pokoknya sexi yang putih, yang pakai baju mini, pakai tali di pundak, terus tidur bareng”.
Sang bunda berusaha memberi pengertian pada anaknya:
B: “Seharusnya kalau minta wanita jangan yang seperti itu, mintalah yang cantik, berpakaian tertutup pakai kerudung”.
Hmm.. saya yang mendengarkan menjadi terhenyak sendiri. Sesekali saya menanggapi. Mungkin memang baik saran bunda ke anaknya itu. Tapi kalau anaknya sudah dewasa atau dalam rangka mencari calon istri. Lha ini? Anaknya baru kelas 2 SD…
Ternyata sang anak mendengarkan obrolan kami, kemudian dia protes ke bundanya:
A: “Bunda bilang gitu tapi bunda sendiri kok tidak pakai kerudung?”.
B: “Bunda kan pakai kerudung, pas ikut pengajian atau keluar rumah”.
Anaknya ga mau kalah tetap protes:
A: “Kemaren kok ga pakai kerudung waktu ke mall?”.
B: “O itu karena bunda sehabis keramas”.


Saya semakin puyeng mendengarkan percakapan antara ibu dan anak tersebut. Akhirnya saya mencoba menyampaikan sesuatu.


“Adik kan masih sekolah, mintalah sama Allah supaya adik menjadi anak pinter dan sholih, atau bisa mendoakan orang tua. Kan sudah hafal doa untuk kedua orang tua”.


Sang anak kemudian berlalu masih dengan senyum menahan malu karena bundanya menceritakan isi doanya pada orang lain.


Dari cerita di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa anak lebih mudah menurut jika orang tua memberikan contoh daripada perintah. Kedua orang tuanya memang rajin beribadah sholat, anak-anaknya pun ikut sholat. Apakah cukup hanya di situ?


Mungkin ada yang menganggap ini adalah hal sepele cuma khayalan anak kecil, dianggap saja angin lalu. Tidakkah kita sadar bahwa anak jaman sekarang sudah pintar dan cerdas, teknologi informasi semakin canggih, sehingga apa yang menjadi impiannya bisa terbawa sampai dia besar dan dewasa. Justru mumpung masih kecil jadi masih bisa diarahkan ke arah yang benar.


Pergaulan sang anak juga perlu diperhatikan. Di rumah bisa saja tidak pernah melakukan hal-hal selayaknya orang dewasa, namun di sekolah atau teman bermain? Kita tidak tahu bahwa bisa jadi anak mengetahui hal-hal yang seharusnya belum boleh tahu. Gambar-gambar asusila, tingkah polah, atau istilah/bahasa jorok dari temannya merasuki pikirannya.
Bila sang bunda belum menutup aurotnya, bahkan cenderung memakai pakaian ketat dan terbuka, lantas menyuruh anaknya berkerudung atau mencari wanita berkerudung, apakah sang anak akan tergerak hatinya untuk menuruti perintah bundanya?


Jika orang tua sibuk dengan pekerjaan dan ibadahnya namun tidak memperhatikan aktifitas dan pergaulan anaknya di dalam dan luar rumah, apakah orang tua tahu bahwa anaknya mempunyai imajinasi yang belum semestinya? Jangan salahkan anak jika polah dan pikirnya jauh dari harapan orang tua.


Marilah kita kaji diri kita sendiri, setidaknya introspeksi dan terus memperbaiki diri dan keluarga. Sehingga orang tua menjadi panutan bagi anak-anaknya yang merupakan amanah yang amat berharga dari Allah, karena anak bisa menyelamatkan atau bahkan menjerumuskan orangtua di yaumulhisab nanti. Doa anak yang sholih dan sholihah tidak akan terputus di saat orang tua meninggal dunia.


Wallahu’alam bishowab
Posted in: Oase