>Test Results of The Anorganic Mineral Content in Drinking Water That I Consump

Posted on 11 February 2011

14


>

Tubuh manusia terdiri dari atas 70% air. Air adalah zat terpenting kedua setelah oxygen bagi tubuh manusia. Tidak semua mineral dapat diabsorbsi dalam sel tubuh manusia. Terutama jenis mineral anorganik. Kesadahan air yang banyak mengandung mineral anorganik alam bentuk larutan adalah penyebab utama berbagai penyakit. Mineral-mineral yang keras dan lolos dari dinding intestinal dan masuk pada sistem Lymphatic dan beredar ke seluruh tubuh melalui darah. Inilah penyebab berbagai penyakit yang diderita manusia.

Air yang jernih tidak menjamin air tersebut bebas dari kandungan zat yang berbahaya. Untuk mengetahui air tersebut mengandung zat anorganik adalah dengan melakukan elektrolisis yaitu menguraikan ikatan partikel di dalam air menggunakan elektrolizer. Hasil proses elektrolisis bisa diketahui dari warna air, suhu air, endapan. Berdasarkan warna endapan dapat diketahui bahan pencemar dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
Warna –> bahan pencemar –> pengaruh terhadap kesehatan
Hijau –> cuprum oksida, chlorin –> penyakit ginjal, sistem syaraf pusat, kanker (karsinogenik)
Hitam –> kalsium, magnesium –> batu ginjal, kencing batu
Putih -> aluminium, arsen, asbestos –> penyakit hati, sistem syaraf pusat, kanker (karsinogenik)
Biru –> aluminium sulfat, phosphat, pestisida  -> penyakit hati, sistem syaraf, ginjal, kencing batu
Jingga –> besi oksida –> gangguan air seni, gangguan keseimbangan metabolisme

Hasil Uji Kandungan Mineral Anorganik Dalam Air MInum Yang Saya Konsumsi

Saya pikir air PAM di tempat tinggal saya sudah layak untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu selama ini saya menggunakan air PAM untuk kebutuhan seperti mandi, mencuci pakaian dan peralatan, mencuci sayur dan buah, dan masakan berkuah. Alasan saya adalah dari hari ke hari air tersebut menunjukkan kualitas lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan untuk air minum saya mengkonsumsi air RO (Reverse Osmosis).


Setelah saya mencoba melakukan tes uji kandungan anorganik antara [air PAM vs air RO] dan [air mineral isi ulang vs air mineral bermerek], kesimpulannya adalah ternyata selama ini saya mengkonsumsi air yang tidak sehat untuk memasak terutama masakan berkuah. Saya coba 3x dengan posisi yang berbeda, hasilnya sama. Hasil proses elektrolisis yang saya lakukan membuat saya berpikir ulang untuk meneruskan kebiasaan saya menggunakan air  pam, karena hampir semua warna masuk di dalamnya😦


Inilah hasilnya…


 air RO dan air PAM

air mineral isiulang dan air bermerek (aq*a)
Posted in: Complaint, Health