Home to The Village at The End of 2011

Posted on 4 January 2012

4



Assalaamu’alaikum,

Happy New Year 2012 M, hopefully this year we all get the goodness and blessing from Allah. Amin.

The first record in 2012 I was content with recording the trip at the end of 2011 ago. My husband and I take advantage of the holiday weekend and Christmas one day leave with homecoming to Pacitan.
 
Kebiasaan kami jika mudik ke desa selalu menggunakan motor sebagai  media transportasi. Alasannya adalah cepat dan hemat, hanya saja tidak bisa tidur dalam perjalanan seperti menggunakan mobil atau bis J Namun selama perjalanan kami  menyempatkan untuk istiahat sejenak menghilangkan lelah. Alhamdulillah banyak pos di sepanjang jalan yang kami lalui yang bisa digunakan untuk melepas lelah.

Sekitar 5 jam perjalanan telah kami tempuh, sampailah di rumah kami di desa yang subur makmur, namanya Desa Cangkring. Saat memasuki halaman.. Subhanalloh mata kami berbinar melihat buah rambutan yang rimbun di samping rumah.. alhamdulillah..


Belum masuk rumah tangan ini sudah tidak sabar untuk segera memetiknya 🙂


Lagi.. dan lagi..


Hari ke-2
Kurang afdol rasanya jika mudik tidak main ke pantai Taman yang tidak jauh dari rumah. Pantainya masih alami sehingga tidak dipungut biaya. Menjelang matahari terbenam banyak yang menikmatinya dengan bermain sepakbola di pantai.


Saya dan suami malah sibuk mengambil pose ‘terbang’ dengan kamera amatir. Berulang kali saya gagal mendapatkan gambar ‘melayang’ karena kesulitan melakukan loncatan😛


Sedangkan suami saya berhasil!😀


Tidak terasa sudah mulai gelap, matahari sudah akan tenggelam di balik bukit.


Oke.. kita akhiri bermain di pantai dan pulang..

 
Air laut mulai pasang , ombak semakin besar, hari pun beranjak gelap..
 

Hari ke-3
Berat rasanya meninggalkan desa yang indah ini karena harus kembali ke Solo. Paginya kami sudah harus berangkat karena jika tidak akan kehujanan di jalan, maklum bulan desember adalah bulan ‘gede-nya sumber’ yang kapan saja hujan turun.

Nikmatnya melakukan perjalanan di medan yang tipikal pegunungan jika mencapai puncak bisa menikmati pemandangan di bawahnya. Melepas lelah sambil melihat pantai Telengria dari kejauhan amat menyenangkan.


Satu lagi, di sepanjang perjalanan.. kami tidak sendirian, banyak pengguna motor bahkan mobil polisi yang melintas bersama kami. 

 

Alhamdulillah tiba di Solo dengan selamat, kota yang insyaalloh memberikan rizqi pada kami. Di sana rutinitas harian sudah menanti 🙂
Posted in: I'am, Solo